Site icon Top Coach Indonesia

Udah Iklan Tapi Nggak Laku, Gimana Solusinya?

Sale

Ketika berbisnis, tentunya seseorang tidak hanya dituntut pandai dalam memperhitungkan untung dan rugi saja. Tetapi mereka juga harus bisa memikirkan bagaimana caranya agar produk tersebut bisa di promosikan secara efektif dan diterima oleh masyarakat.

Salah satu cara mempromosikan produk tersebut adalah dengan memasang iklan, seperti yang kita ketahui bahwa tujuan advertising atau iklan adalah membujuk, mempengaruhi dan menginformasikan berbagai produk atau jasa kepada customer agar mereka mengenal perusahaan Anda. Jadi iklan itu sangatlah penting di perusahaan barang atau jasa.

Namun kita juga mengetahui bahwa iklan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi setelah beriklan produk tetap tidak laku-laku, gimana ya solusinya? Nah untuk melakukan promosi ada empat hal yang harus dipertimbangkan, yaitu :

1. Pastikan Produk Anda Memiliki Keunikan & Menjadi Solusi Bagi Customer

Hal pertama untuk mempromosikan produk, Anda harus mengetahui apa yang dibutuhkan dan bisa menyelesaikan masalah customer. Atau bisa juga produk Anda mudah dimengerti dan mempunyai faktor pembeda dengan produk orang lain.

Kalau fungsi produk Anda tidak bisa digantikan oleh produk lain maka orang-orang akan sangat butuh dengan produk Anda. Atau bisa dibilang kalau tidak ada barang Anda maka tidak ada penggantinya, tapi kalau ada penggantinya maka wajar kalau produk Anda tidak beli.

Tidak bisa dipungkiri bahwa keunikan produk menjadi kunci dalam memenangkan persaingan usaha, jika produk Anda memiliki ciri khas maka bisa dipastikan customer Anda bisa dengan mudah mengenali produk Anda. Jadi harus mempromosikan keunikan produk Anda itu menjadi satu-satunya solusi bagi customer agar selalu dibeli.

2. Pastikan Harga Jual Produk Anda Sesuai Dengan Manfaatnya

Yang kedua adalah harga jual, apakah dengan harga yang ditawarkan membuat customer rela menukarkan uang dengan manfaat yang didapatkan. Kalau saya membeli mobil dengan harga Rp 500 juta, maka saya rela mendapatkan manfaat dari mobil itu dibandingkan dengan merek mobilnya.

Dengan uang Rp 500 juta orang-orang tidak mau sembarangan beli mobil, pasti mereka pilih mobil tertentu. Contohnya Saya punya uang Rp 500 juta dan saya butuh mobil jenis truk, kenapa? Karena saya membutuhkan untuk mengangkut barang yang banyak.

Itu akan sangat berbeda dengan kebutuhan orang lain, Ada yang membutuhkan mobil untuk keluarga atau buat jalan-jalan berdua istri. Dengan punya Rp 500 juta orang mempunyai kebutuhan yang berbeda, jadi harga yang kita tawarkan harus seimbang dengan manfaat yang dicari customer.

harga jual

3. Menempatkan Iklan Produk Anda Sesuai Dengan Target Audience

Hal ketiga yang harus dipertimbangkan dalam beriklan adalah menempatkan iklan produk Anda harus di sesuaikan dengan target audience Anda. Misalnya ada banyak orang-orang penasaran dan bertanya mengapa Lamborgini, Ferrari atau mobil sport itu tidak iklan di TV? Atau tidak ada diantara iklan sinetron?

Padahal penonton sinetron atau viewernya banyak, jawabannya karena mereka tahu customer mereka tidak menonton sinetron. Jadi Ferrari tadi tidak mengiklankan ke penggemar sinetron karena akan banyak buang waktu, buang tenaga, dan buang biaya.

Mereka sadar jika itu dilakukan maka mereka beriklan di tempat yang salah, jadi pastikan kita menempatkan iklan produk kita di tempat yang benar atau tepat sesuai target audience kita.

4. Berikan Program Promosi

Hal yang terakhir adalah berikan program promosi, Anda harus menciptakan program-program untuk membuat orang tertarik dan mencoba produk Anda. Sering kita lihat ada sekumpulan orang yang sedang nongkrong atau duduk di warung tiba-tiba ada SPG rokok datang untuk menawarkan.

Mereka ingin agar produk rokoknya di cicipi dulu oleh orang-orang dan bukan untuk dibeli dan ditukar dengan kartu nama atau nomer telpon. Hal itu merupakan sampling, kenapa? Karena kalau orang sudah coba kalau enak mereka akan cari lagi.

Nah, ketika promosi membuat orang mencoba dan ternyata berhasil. Maka kita bisa menghitung yang namanya biaya akuisisi, tidak ada istilah boncos karena kita sudah tahu cara menghitung biaya akuisisi kalau saya iklan satu rupiah saya bisa dapat berapa customer atau bisa mendatangkan berapa rupiah omset.

Jadi kita ukur berhasil tidaknya tes tersebut, jika tidak berhasil maka Anda harus analisa seluruh aspeknya produknya. Misalnya cocok tidak marketnya? Cocok tidak audiencenya dan kita tahu apa yang diinginkan customer sesuai dengan apa yang Anda tawarkan.

Demikian 4 hal yang wajib Anda perhatikan dalam mempromosikan produk, jadi jangan sekedar hanya memasang iklan saja. Anda harus tahu iklan-iklan tadi harus sesuai dengan keinginan dan kebutuhan customer supaya tidak sampai rugi, semoga bermanfaat.

Tom MC Ifle,

Salam pencerahan.

Share This, Choose Your Platform!

Exit mobile version