Istilah community marketing dalam bisnis mungkin pernah Anda jumpai sebelumnya. Walaupun terminologi komunitas dalam kata tersebut sering diperdebatkan, community marketing jadi pendekatan pemasaran yang cukup digemari.

Menurut penerjemahannya, community marketing bisa diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang menyasar suatu komunitas. Dalam praktiknya, pendekatan ini akan dilakukan sebuah bisnis pada sekumpulan pelanggan mereka. Pada akhirnya, hubungan ini akan menciptakan ruang untuk bertumbuh bersama.

Selain itu, kedepannya kelompok ini akan terlibat secara rutin dalam tiap event yang diselenggarakan pemilik bisnis. Hingga hari ini, telah banyak jenis usaha yang mengaplikasikan pendekatan tersebut. Beberapa dari mereka ialah Harley Davidson dan Xiaomi. 

Sebagai salah satu upaya survival, para UMKM mulai berlomba menjalankan strategi yang paling sesuai dengan bisnis mereka. Maka tak bisa dipungkiri, menciptakan ruang tumbuh seperti ini akan mendatangkan banyak manfaat bagi keduanya dalam jangka yang lebih lama.

Jadi mari kita telusuri, mengapa pendekatan community marketing sangat efektif dan mampu jadi ruang bertumbuh favorit bagi brand, UMKM dan pelanggan mereka.  

Apa Itu Community Marketing?

Community marketing adalah pendekatan pemasaran yang menitik beratkan relasi antara suatu bisnis dan pelanggan mereka. Relasi ini diwujudkan dengan pembentukan komunitas secara online dan offline, yang biasanya diisi oleh para pelanggan dengan tingkat antusiasme tinggi.

Mengapa suatu brand bisnis harus repot-repot menjalankan strategi ini? Jika menilai dari fungsinya lebih jauh, Anda akan menemukan fakta bahwa komunitas brand akan jadi media komunikasi dua arah yang menguntungkan.

Ide tersebut akan mempertemukan pelanggan lama dan pelanggan baru dalam satu forum. Dengan kehadiran keduanya, akan terjadi banyak sekali interaksi yang berujung pada feedback untuk brand itu sendiri.

Tak hanya sebagai media komunikasi, komunitas brand ini juga mampu dimobilisasi brand sebagai media pemasaran mereka. Setiap ada produk atau fitur baru yang akan dirilis, anggota komunitas inilah yang akan pertama diberi tahu. 

Namun karena mereka adalah sekumpulan orang dengan antusiasme tinggi, maka informasinya pasti akan menyebar dengan organik pada cakupan yang lebih luas.  Pada kesempatan inilah para pengguna strategi tersebut diuntungkan, karena mereka mendapat promosi lewat word of mouth para anggota komunitasnya.

Bagaimana dengan para pelanggan? Apakah pendekatan ini hanya memposisikan mereka sebagai alat yang dimanfaatkan? Jawabannya tentu tidak. Ketika Anda tergabung dalam komunitas brand, Anda menerima banyak benefit. Beberapa benefit itu berupa akses informasi, kerjasama sponsorship, priority card hingga potongan harga pada produk-produk rilisan terbaru.

Mengapa Ruang Tumbuh Ini Diperlukan Juga Oleh UMKM?

Sebagai usaha dengan keterbatasan pada banyak hal, UMKM harus bersedia menjalankan strategi community marketing. Kenapa? karena biasanya, komunitas brand ini akan berisi pelanggan yang benar-benar peduli padanya.

Bermodal kepedulian itu, anggota komunitas akan membantu menanggulangi masalah-masalah yang terjadi di luar kapasitas UMKM. Misal di masyarakat muncul testimoni buruk tentang suatu produk. Biasanya, kabar itu akan sampai ke telinga UMKM dalam waktu yang lama. 

Tapi.. proses tersebut bisa berjalan lebih singkat jika UMKM memiliki komunitas brand. Kondisi ini menguntungkan UMKM, karena mereka tidak perlu banyak waktu, tenaga dan biaya untuk menangani krisis.

Saat UMKM melibatkan pelanggan dalam berbagai moment, mereka akan merasa jadi bagian penting dari bisnis. Jika dikelola dengan baik, kondisi tersebut akan membuat pelanggan merasa makin nyaman. Kenyamanan tersebut adalah cikal bakal dari terbentuknya loyalitas pelanggan terhadap bisnis.

Jadi artinya, komunitas brand adalah ruang paling ideal untuk memfasilitasi pertumbuhan UMKM. Pertumbuhan ini didukung dari peran wadah itu sendiri, yang mampu membuat para anggotanya saling berinteraksi dan memberikan feedback berkualitas. Selain itu, ruang ini juga mampu membentuk loyalitas pelanggan.

Bagaimana UMKM Menjalankan Pendekatan Community Marketing?

Sebelum beranjak ke tata cara melakukan community marketing, Anda harus tahu bahwa pendekatan ini mempunyai 2 jenis komunitas:

  1. 1. Komunitas organik

Komunitas organik ialah komunitas brand yang didirikan sendiri oleh para pelanggan. Di sana, mereka akan menjalankan kegiatan seperti diskusi dan kopdar secara sukarela.

  1. Komunitas tersponsor

Komunitas tersponsor ialah komunitas brand yang dibuat oleh pihak pebisnis. Biasanya, perwakilan dari pebisnis ikut dalam pengelolaan komunitas. Komunitas ini memiliki rentetan agenda yang lebih meriah dan terstruktur ketimbang komunitas organik.

Nah sekarang, Anda jadi tahu bahwa komunitas organik harus dibentuk sendiri oleh para pelanggan. Jadi UMKM tidak bisa banyak terlibat dalam komunitas jenis ini.

Namun, berbeda jika Anda ingin membentuk komunitas tersponsor. Setidaknya ada 5 tips untuk memudahkan UMKM membentuk komunitas brand dan menjalankan strategi community marketing:

  1. Identifikasi ketertarikan pelanggan yang Anda target sebagai calon anggota. kemudian sortir itu menjadi kelompok-kelompok prioritas.
  2. Bangun kepercayaan di antara Anda dan Mereka. Ini untuk menjaga peluang mereka join dengan komunitas brand Anda.
  3. Mulailah menceritakan hal yang tidak mereka ketahui tentang produk-produk Anda. Proses ini akan membuat mereka merasa spesial. Setelah itu, mintalah feedback dari mereka tentang produk-produk yang Anda jual. 
  4. Kemudian pertemukan mereka dengan orang-orang Anda dalam suatu forum diskusi. Ini untuk meningkatkan reputasi usaha Anda di mata mereka.
  5. Terakhir, beri kelompok tersebut nama dan buatkan mereka kegiatan rutin seperti gathering, seminar dan event lainnya. Anda juga boleh memberi mereka reward lewat giveaway dan kuis dalam pelaksanaanya.

Kesimpulan 

Dari artikel ini, kita jadi memahami bahwa strategi community marketing sangat berguna bagi banyak jenis usaha.

Pendekatan ini akan membuat wadah berupa komunitas yang mampu dimaksimalkan menjadi banyak hal. Seperti media diskusi, media publikasi informasi dan media promosi.

Dengan pendekatan ini, UMKM akan lebih mudah bertumbuh. Karena mereka akan dibantu oleh para pelanggan yang benar-benar peduli terhadapnya.

 

Saya Tom MC Ifle, Salam Pencerahan.