Kita tidak bisa berpaling bahwa pasar berubah wajah semenjak datangnya internet. 139 juta orang telah membagi 24 jam hidupnya untuk mengakses internet, baik untuk pekerjaan maupun urusan lain dari gawai dan personal computer miliknya. Jumlah itu hampir setengah dari populasi warga yang kita miliki.

Dengan besarnya jumlah pengguna internet ini, terlalu naif jika kita sebagai pengusaha tidak berusaha untuk mengambil pasarnya. Maka dari itu, saat ini banyak merek yang mulai menyasar pemasaran online sebagai kekuatan utama untuk mencari pendapatan. 

Bahkan, muncul ratusan atau bahkan ribuan merek yang hanya berfokus untuk melayani pembelian via online. Lantas bagaimana cara untuk bersaing dengan kondisi pasar yang terlalu kompetitif? Tenang, karena jawabannya adalah memahami cara riset produk. 

Dalam artikel ini kita akan membahasnya bersama. Jadi simak sampai habis, Sobat Top Coach Indonesia!

Mengapa Harus Riset Produk?

Coba bayangkan bahwa Anda hidup di 30 tahun lalu. Zaman ketika apa yang diinginkan, harus dicari dari satu toko ke toko lainnya. Atau dari satu pasar ke pasar lainnya. Namun, apakah itu masih relevan? Tentu tidak. Internet membuat semua situasinya berbalik.

Hari ini, kita dihadapkan dengan kemudahan yang super. Internet bukan hanya menyediakan apa yang kita mau, tapi mereka menyediakan kita apapun. Dalam artian lain, ini adalah era dimana pasar mampu mendatangi konsumennya setiap waktu. 

Pertanyaannya, apakah penjelajah internet akan membeli semua barang yang dijajakan padanya? Jawabanya sudah pasti, tidak. Lalu bagaimana para penjual bertahan di situasi ini? Bagaimana cara berbisnis disaat apa yang Anda rencanakan, dapat dijangkau-bahkan ditiru- oleh merek-merek lain?

Di sini lah arti sebuah ‘Riset Produk’. Riset akan hadir sebagai jawaban atas kelompok-kelompok yang kebingungan akan suatu hal. Riset akan mengenalkan merek Anda pada mereka yang sebelumnya tak pernah berfikir bahwa kalian ada. Riset akan membetuk hubungan loyalitas antara Anda dengan para pelanggan.

Pada intinya, Riset Produk di era media sosial jadi satu-satunya cara untuk bertahan di era yang makin kompetitif. Mereka dapat menjadikan merek Anda sebagai satu-satunya yang dilihat kerumunan. Dengan kondisi itu, Anda tidak perlu khawatir akan jalannya bisnis kedepan. Karena lewat riset yang akurat, produk yang merek Anda ciptakan akan jadi apa yang para warga butuhkan.

Cara Riset Produk di Media Sosial

Setelah mengetahui seberapa penting sebuah riset, Anda pasti sedang memikirkan cara untuk mengeksekusinya. Hal itu sangat wajar, mengingat sebagai pebisnis kita harus selalu bergerak cepat agar tidak tertinggal dari perubahan tren. 

Lagipula, menjalankan riset produk adalah kegiatan yang linier dengan pembuatan strategi. Lewat keduanya, merek akan makin mudah mencapai target bisnis yang telah ditentukan. Jadi, ini lah langkah-langkah riset produk di media sosial yang telah TCI rangkum:

  1. Tetapkan Target Audience

Langkah pertama dalam serangkaian riset produk di media sosial adalah menentukan target audience. Menentukan siapa target Anda di awal, akan memudahakan merek menemukan rute terbaik untuk memasarkan produk yang telah mereka rencanakan. Hal ini tentu akan mempersingkat waktu dan biaya dalam proses pemasarannya. 

Selain itu, riset ini membuat Anda mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan pelanggan dan para warga. Mengingat mereka punya banyak sekali opsi, menjadi satu-satunya merek yang mampu mencukupi kebutuhannya dengan spesifik adalah hal kunci untuk memenangkan pertarungan yang ada. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, biasanya para merek akan melakukan riset yang cukup mendalam. Mulai dari aspek demografi hingga ke ranah preferensi. Keseluruhan cara ini dilakukan untuk dapat memperoleh data pelanggan sebanyak-banyaknya. Data-data dari riset inilah yang akan sangat berguna untuk penciptaan produk dari merek yang Anda punya.

  1. Bentuk Niche

Langkah kedua setelah merek Anda tahu target audiencenya adalah menententukan niche. Niche adalah komponen penting untuk menciptakan diferensiasi antara Anda dengan para kompetitor. Ia akan menuntun merek menjauh dari persaingan dengan menciptakan produk yang sesuai dengan kemauan target.

Dengan Niche, Anda tidak perlu buang-buang biaya untuk mengembangkan bermacam produk yang belum tentu diinginkan pasar. Tentu ini hal bagus apalagi untuk kesehatan fiansial merek. Pembentukan niche ini juga berdampak positif pada proses branding merek yang Anda kelola.

  1. Analisis Media Sosial Kompetitor

Setelah menjalankan 2 tahapan sebelumnya, kita akan bertemu dengan tahap analisis kompetitor. Dalam sebuah riset produk di media sosial, analisis kompetitor jadi salah satu cara paling penting untuk mengetahui kondisi pasar dimana merek Anda akan berkompetisi.

Seperti apa teknisnya? Sebelumnya kita telah mengantongi daftar target audience dan niche. Nah, kedua hal itu bisa kita jadikan acuan untuk menentukan kompetitor. Caranya mudah, tinggal tandai merek-merek yang target audience dan nichenya mirip.

Nah setelah tau kompetitor dari merek Anda, mulailah mengamati setiap gerak-geriknya. Bagaimana cara mereka menjual diri pada audience, apa gaya bahasa dan persona yang mereka gunakan hingga alasan kenapa mereka diterima oleh pasar.

Pahami juga tentang konten-konten yang mereka buat, promo-promo yang sering mereka tawarkan dan juga cara mereka menghandle setiap interaksi dari audience. Catat semua untuk dianalisis kembali dengan tim yang Anda miliki.

Misal Anda akan buka coffeeshop premium, siapa yang bisa diamati? Benar, Starbuck. Jika ingin buka restoran ayam cepat saji, siapa yang bisa diamati? Tinggal pilih, mau KFC, McD atau AW. Bisa juga ke alternatif seperti Jatinangor atau Popeye, sesuaikan lah dengan niche dan target audience yang sebelumnya sudah ditentukan. 

Proses pengamatan ini tidak semata-mata untuk menilai apa yang kompetitor Anda lakukan. Tapi juga akan merek Anda gunakan sebagai cikal bakal dalam guideline pengoprasian bisnis di media sosial.  Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa apa yang cocok di kompetitor belum tentu cocok untuk merek Anda.

  1. Pahami Behavior Audience & Tren Yang Berlangsung.

Langkah berikutnya adalah dengan memahami behavioral audience dan tren yang sedang berlangsung. Kita tau bahwa dalam media sosial, semuanya mudah berganti. Entah tren yang berlaku, fitur-fitur dalam platform atau kebiasaan dari para usernya. Untuk itu, kita harus up to date agar selalu relevan.

Pertanyaanya, gimana cara melakukan hal itu? untuk urusan topik yang sedang trending, tim Anda lah yang harus bertanggun jawab. Maka dari itu Anda harus punya tim yang kordinatif dan tidak mau ketinggalan berita apapun. Sehingga konten-konten Anda menarik untuk dilihat.

Nah sedang untuk kebutuhan merek akan informasi behavior para audiencenya, saat ini sudah banyak platform media sosial yang awaree. Makanya mereka menyediakan fitur atau tools untuk tracking database, yang berfungsi memudahkan merek melakukan analisa. 

Ini win-win solution, mengingat platform pasti tidak mau database yang mereka punya terbuang sia-sia. Maka dari itu, mereka akan membantu merek Anda untuk mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Walaupun itu ditempuh dengan sedikit biaya tambahan.

Apa saja yang bisa kamu lakukan dengan database itu?

– Monitoring keyword dan hastag

– Analisis keefektifan ads/konten

– Analisis demografi

– Analisis pola interaksi

– Analisis waktu efektif untuk tansaksi, dll.

  1. Lakukan Evaluasi Pada Produk

Tahap terakhir dari langkah-langkah ini adalah evaluasi produk. Evaluasi itu bisa didapat dari interaksi sosial media maupun ulasan yang mereka tuliskan. Jika produk Anda masih berbentuk rancangan, evaluasi itu sangat mudah dieksekusi. Karena tinggal menyesuaikan rancangannya dengan aspek dan hasil koreksi terbaru. 

Beda urusan jika produk milikmu telah diproduksi sebagai barang jadi. Anda harus mengatur supaya produk-produk ini tetap berguna walaupun meleset dari apa yang diharapkan sebelumnya. Pilihan Anda ada 2 : jual dibawah harga standar atau dilepas borongan tanpa identitas merek.

Tapi perlu diingat, tujuan dari seluruh riset ini memang mencari tau apa yang sebenarnya merekmu butuhkan untuk mencukupi kemauan pelanggan. So.. jika Anda menemukan koreksi besar-besaran, bersyukurlah. Karena selama ini mungkin itu salah satu faktor yang membuat penjualan produk Anda stuck di situ-situ saja. 

Dengan evaluasi ini, produk Anda akan lebih fit ke market yang ada. Jadi kedepan, Anda tidak perlu repot-repot lagi memikirkan strategi ini dan itu.

Kesimpulan

Dari artikel di atas, kita jadi tahu bahwa Riset Produk di Media Sosial adalah langkah penting dalam berbisnis di era modern. Ia akan membantu merek menemukan apa yang diinginkan pelanggan sekaligus menjauhkan mereka dari persaingan yang tidak perlu.

Kendati begitu, riset produk itu memiliki proses yang panjang. Setidaknya ada 5 langkah yang harus dilalui untuk bisa merasakan hasil positif dari langkah-langkah ini.

Namun, ada resiko besar yang harus pebisnis hadapi. Yaitu kenyataan bahwa apa yang dimau pelanggan terkadang tidak sesuai dengan produk yang telah diproduksi. Tapi itulah yang harus merek hadapi demi menciptakan produk yang fit to market.

Saya Tom MC Ifle, Salam Pencerahan.