Pernahkah Anda berfikir bahwa bisnis adalah satu-satunya pekerjaan yang fleksibel? Namun itu tidak sepenuhnya benar, karena faktanya 67% pebisnis merasa dihantui bisnisnya setiap waktu. 

Bagaimana bisa? Ya bisa saja, karena mereka selalu diganggu pekerjaan itu setiap hari. Pada dasarnya, pebisnis memang menyukai jika mereka disibukkan dengan urusan pengembangan bisnisnya. 

Namun sepertinya, frekuensi bekerja banyak pebisnis ini ada di tahap ‘Workaholic’. Lebih parahnya, mereka yang telah berkeluarga bahkan kesulitan mengatur waktu untuk sekedar berlibur.

Lalu bagaimana solusi untuk mengatasi situasi ini? Apa seorang pebisnis harus mengesampingkan bisnisnya demi keluarga? Tidak! Solusi dari situasi ini adalah Membangun Bisnis yang Mampu Berjalan Sendiri: Autopilot System!

Apa sebenarnya Autopilot System?

Anda pernah naik sebuah pesawat? Menyadari bahwa setelah mencapai ketinggian tertentu, sang pilot akan mengaktifkan mode Autopilot dan memantau kendali otomatis pesawat tersebut hingga mendekati area bandara tujuan? Namun semua selamat dan penerbangan berjalan lancar?

Nah itulah yang para pakar bisnis adopsi. Dalam konteks bisnis, Autopilot System bukan berarti melepaskan 100% kendali Anda pada bisnis. Hanya saja, membuat keterlibatan Anda dapat diatur dengan sangat menyenangkan. Bahkan jika Anda hanya ingin melihatnya dari kejauhan, bisnis itu akan tetap menghasilkan uang pada rekening-rekening Anda.

Anda jadi punya waktu lebih untuk bercengkrama dengan keluarga, punya waktu untuk melakukan hobi atau sekedar memainkan video game. Anda bisa menjalankan semuanya tanpa dihantui angka-angka dan kontrak-kontrak kerjasama.

Ada 5 Cara Untuk Mewujudkan ini Semua:

1. Bangun Mindset Bahwa Bisnis Ini Juga Bisnis Mereka

Mungkin aneh, tapi Anda tidak bisa menepis bahwa karyawan-karyawan yang menganggap mereka bekerja untuk bisnis sendiri akan lebih produktif. Ini semacam dorongan psikologi yang positif, yang tentunya akan berdampak baik bagi perusahaan ataupun bisnis.

Membicarakan hal ini, seperti apa yang dituliskan dalam buku “The Great Game of Business” dan “A Stake in The Outcome” karya Jack Stack. Di dalam sana, dituliskan bahwa membangun budaya kepemilikan dalam tempat kerja akan berdampak luar biasa. 

Apalagi jika perusahaan atau bisnis berani transparan dengan membagi hasil keuangan dan membiarkan karyawan berpartisipasi dalam langkah-langkah finansial. Jadi beranikah Anda untuk melakukannya pada para karyawan?

2. Beri Tim Kepercayaan Untuk Menghandle Tanggung Jawab Anda

Banyak yang mengenal ini dengan istilah delegasi. Intinya, mereka yang punya jabatan tinggi memberi tanggung jawabnya karyawan lain yang posisinya lebih rendah. Namun apakah banyak para pebisnis yang juga melakukannya? Sepertinya belum.

Banyak aspek yang mempengaruhi sikap para pebisnis untuk enggan membagi kuasanya pada karyawan yang dipunya. Namun, yang perlu Anda tau.. memberi kayawan kepercayaan adalah satu kunci untuk para bisnis owner memiliki banyak waktu. Tidakkah Anda tertarik?

3. Tentukan Alur & Timeline Kerja

Alur dan timeline kerja jadi kerangka utama dari sebuah sistem autopilot. Anda harus menyelesaikan ini sebelum menarik diri dan melihat semuanya dari kejauhan. 

Lantas bagaimana caranya? Satu-satunya jawaban adalah lewat pemetaan sistematis. Sebagai pemegang kendali bisnis, Anda harus mampu membuat skema yang menghubungkan tiap departemen. Lengkapi juga hubungan mereka dengan tenggat-tenggat waktu. Memastikan titik-titik itu saling terhubung adalah awal dari sistem yang selama ini Anda idamkan.

4. Buatlah SOP Dengan Clear

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kehancuran bisnis kerap dimulai dengan ulah karyawan yang serampangan. Alasan dibaliknya, kadang cuman perkara SOP yang menurut karyawannya tidak jelas.

Berarti untuk mewujudkan sistem yang aman untuk ditinggal, Anda harus mewujudkan apa yang karyawan ini mau. Yaitu dengan memberi mereka SOP yang Clear. Demi jadi autopilot, sudahkah Anda mewujudkan aturan dan pandua seperti yang dimau karyawan Anda? 

5. Ciptakan Cara Ukur Kinerja

Last but not least, adalah bagaimana Anda menilai seluruh kinerja karyawan saat Anda tidak ada di tempat bisnis berada. Apakah Anda akan memilih penilaian dengan cara subjektif yang melibatkan karyawan sebagai alat untuk mengukur kinerja karyawan lain?

Jika memang begitu, bersiaplah tertimpa drama dengan konflik-konflik kepentingan. Namun Anda sangat bisa menghindarinya jika menggunakan satuan ukur yang jelas: KPI. KPI akan membantu Anda mewujudkan penilaian yang objektif, sehingga konflik-konflik dengan karyawan mampu diminimalisir.

Itu adalah 5 cara untuk menciptakan sistem idaman owner yang mampu mengantarkan keuntungan tanpa perlu sering keterlibatan. Selain itu, sistem Autopilot juga hadir sebagai representasi dari kebebasan nyata para owner. Apa arti dari bebas itu sendiri?

  1. Auotpilot membuat Anda bebas untuk menentukan tujuan.
  2. Autopilot mengantar Anda pada kebebasan akan kebutuhan finansial
  3. Autopilot akan menghadirkan kebebasan yang paling Anda butuhkan sebagai owner, yaitu kebebasan mengatur waktu.
  4. Autopilot memberi kebebasa Anda untuk selalu relevan dengan cara terus berinovasi.

Kesimpulan

Dari artikel di atas, kita jadi tahu bahwa Autopilot System adalah sistem yang diidam-idamkan banyak bisnis owner. Hal ini terjadi karena ialah satu-satunya sistem yang mampu memberi bisnis owner waktu keuntungan dan luang tanpa resiko berlebih.

Setidaknya, ada 5 cara yang bisa para bisnis owner lakukan untuk mewujudkan autopilot sistem ini. Namun, masing-masing cara ini memiliki kesulitan dan tantangan masing-masing.

Selain itu, perlu diketaui jika autopilot sistem adalah representasi dari kebebasan dalam bisnis. Karena ia mampu memberi bisnis owner kebebasan akan tujuan, waktu, kebutuhan finansial serta inovasi.

Saya Tom MC Ifle, Salam Pencerahan.