Site icon Top Coach Indonesia

6 Langkah Menciptakan Winning Sales Mindset

sales mindset

Tujuan besar dari setiap bisnis bukan hanya untuk meningkatkan kualitas hidup pemilik atau orang-orang yang ada di dalam perusahaan tersebut melainkan lebih kepada mereka yang membutuhkan atau yang menggunakan produk dan jasa yang ada.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut perusahaan terus berusaha memproduksi dan menjual apa yang dibutuhkan customer. Maka dari itu dalam penjualanpun harus ada tim yang memiliki skill lebih atau setidaknya mau belajar dan mengikuti peraturan yang ada agar apa yang menjadi target perusahaan tercapai.

Membangun sales mindset memang tidaklah mudah tetapi penting untuk kemajuan bisnis. Baik dalam mempertahankan loyalitas pelanggan dalam meningkatkan penjualan ataupun agar selanjutnya mereka dapat dengan mudah mengikuti setiap perubahan yang ada baik dalam perusahaan ataupun perubahan kebiasaan konsumen.

penjualan (sales) menurut Philip Kotler adalah proses sosial yang di dalamnya terdapat perorangan atau kelompok untuk mendapatkan sesuatu yang mereka butuhkan atau inginkan dengan cara menciptakan, menawarkan dengan secara bebas untuk menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Sedangkan mindset itu lebih kepada paradigma atau pemikiran seseorang dalam melalukan sesuatu yang ingin dilakukan untuk menghasilkan apa yang target bersama untuk di capai. Jadi, jika di lihat dari penjelasan tentang mindset dan sales maka membangun sales mindset adalah salah satu hal penting agar sales Anda lebih berpikiran terbuka dan memiliki karakteristik tersendiri dalam situasi apapun mereka.

Tidak hanya itu, mereka juga bisa dengan mudah menyadari atau lebih peka akan hal-hal yang membuat customer senang, tetap loyal dan terus menerus membeli produk perusahaan. Ini di perkuat dengan adanya sebuah research yang cukup menarik bahwa 30-50% penjualan itu jatuh kepada vendor yang responsnya paling cepat.

Maka bisa di bayangkan apa yang akan terjadi jika Anda memiliki sales yang susah di hubungi setelah jam kerja berakhir? Dengan alasan-alasan yang mungkin saja dengan kekurangan data internet yang menyebabkan mereka tidak bisa menghubungi klien.

Tetapi di sisi lain Anda harus ingat bahwa jika Anda cuek terhadap konsumen sama halnya Andan cuek terhadapa omset juga. Jadi secara tidak lngsung hidup Anda sebenarnya tergantung pada konsumen tentunya.

Jika Anda ingin tahu keinginan dan kebutuhan prospek kita harus bisa melakukan pendekatan terus menerus. Seperti riset berikut yang mengatakan 80% sales membutuhkan lebih dari lima kali follow-up satu prospek agar mereka benar-benar paham akan kegunaan dari produk yang Anda tawarkan. Maka tidak ada alasan untuk menyerah dalam melakukan follow up.

Dan research lain juga mengatakan bahwa salesman memiliki tingkat kemampuan bertahap. Sekitar 44% dari salesman ketika ditolak sekali langsung menyerah. Dan hanya 8% sales yang bisa mendatangkan penjualan diatas 50%.

Jadi, jika Anda memiliki 100 orang, makamemiliki 8 orang atau 8% yang bisa mendatangkan 40-80% penjualan. Kenapa 8% tersebut bisa mendatangkan penjualan? karena mereka tetap terus melakukan follow up walau terus menerus mendapatkan penolakan. Tentu dengan cara atau skill yang di miliki dalam menangani prospek.

Atau pernahkah Anda misalnya di telpon bank terus menerus untuk menawarkan kartu kredit dan dari nomor yang berbeda pula padahal masih dalam satu bank. Kenapa bisa seperti itu? Karena database Anda di gilir ke ke sesama tim sales.

Dan cara tersebut adalah itu adalah salah satu cara untuk membuat karyawan kita atau tim kita bisa terus-menerus konsisten dalam follow-up. Serta sekitar 78% sales yang menggunakan sosial media dan membangun personal branding ternyata lebih sukses dan lebih kompetitif.

Maka dari itu kita harus bisa membuat tim kita lebih produktif dalam menggunakan sosial media untuk jualan. Karena menurut sebuah research sekitar 91% customer senang memberikan Anda referens. Jika Anda memintanya. MIsalnya salah satu contoh di social media Anda bisa bilang untuk tolong untuk di share dan jika Anda konsisten mereka pasti akan membantu Anda

Tetapi hanya 11% salesman yang request. Jadi tugas Anda meminta referensi dan ini bisa dijadikan key performance Indicator. Jika ini Anda lakukan maka bisa dibayangkan berapa banyak penjualan dan referensi yang Anda akan dapat.

Jadi untuk mencapai apa yang menjadi target dalam penjualan maka tim harus menjadi pejuang yang bukan hanya hebat dalam fisiknya saja. Tetapi juga dari dalam hati yang memiliki ketutlusan, keberanian dan memancarkan energy ppositif. Maka dari itu berikut 6 langkah membangun winning sales mindset, yaitu:

1. Focus On Why

Focus on why itu bisa saja Anda mulai dari diri sendiri Denganmenanyakan mengapa saya menjadi salesman atau berada di tim sales? Ketika Anda mulai focus pada kata kenapa Anda atau customer menghubungi dan membeli produk Anda maka selebihnya Anda akan menemukan alasan-alasan lain mengakapa customer suka dengan produk Anda.

Misalnya saja saya adlah salesman. Karena saya harus menghidupi anak-istri maka saya harus mencari celahnya bagaimana pun caranya saya harus memikirkan why nya yang menyentuh hati sehingga saya tidak perlu di suruh bos untuk jualan. Baik dari pagi, siang ataupun malam saya tidak akan pernah hitung-hitungan dalam pekerjaan karena saya memiliki big why yang menggerakkan saya untuk tetap bekerja atau demi menghidupi anak istri saya.

2. Be Helpful

helpful

Yang kedua adalah tengan bagaimana Anda melatih tim untuk selalu bisa menjadi penolong.

Ada sebuah kisah nyata yang cukup menarik dari seorang sales yang omsetnya bagus tetapi bukan karena dia jago dalam jualan tetapi karena suka menolong customer.

Seorang sales tersebut menjual alat elektronik untuk rumah. Suatu hari sales tersebut jualan dari toko ke toko lain dan selalu memperhatikan took-toko akan berpotensial untuk ditawarkan produk yang mau di jual. Tetapi bukan hanya jualan saja, dia pun bisa menawarkan pertolongan jika took yang didatangi kesulitan dalam pekerjaan walau tidak ada kaitannya sama pekerjaan dia saat ini yaitu sebagai sales.

Tetapi dia tidak pernah merasa diremehkan ketika dia memmbantu untuk sapu atau bersih-bersih sekalipun karena memang tulus untuk membantu. Dan pada akhirnya dia menjadi orang yang disegani dan dianggap seperti keluarga sendiri sama pemilik toko tersebut yang juga termasuk klien besar di perusahaan tempat sales itu bekerja.

Tetapi beberapa hari kemudian sales tersebut kena SP karena memang intinya dia tidak melaporkan diri sata tidak masuk kerja tetapi tiba-tiba klien yang pernah dibantu menelfon ke kantor dan menanyakan tentang sales tersebut.

Tetapi karena sedang di skorsing atau dikasih SP si klien tersebut langsung ingin mempekerjakan sales tersebut pada perusahaan karena beliau tahu bahwa jarang ada sales yang mau tulus dalam menolong. Secara tidak langsung jika Anda mampu memnuhi segala keinginan dan kebutuhan konsumen maka penjualan Anda pun akan menjadi lebih baik dari hari ke hari.

3. Mengerti Interestnya customer

Berbicara soal interest, kita bisa melihat bisnis-bisnis yang ada di sekitar kita salah satunya sebut saja Facebook atau Instagram. Mereka sangat mendalam dalam mengenal interest atau menyentuh emosi customer.

Karena jika Anda mengenal dan tahu hobi customer atau tahu keinginan utama

mereka itu sama halnya dengan menyentuh emosi mereka. Akan tetapi bukan berarti kita harus secara langsung menanyakan customer tentang hobi mereka.

Disini kita di latih agar lebih peka terhadapa kebutuhan mereka tanpa di beritahu sekali pun yaitu lewat konsen pembahasan konsumen. Selama Anda terus berinteraksi dan bisa fokus pada keinginan pelanggan maka secara tidak langsung akan terbangun rasa percaya dan loyalitas mereka kepada perusahaan.

4. Menjadi pendengar aktif

Winning mindset berikutnya adalah belajar untuk menjadi pendengar aktif. Mendengar adalah salah satu hal penting yang harus di miliki oleh tim sales. Sebab dengan banyak mendengarkan keluhan konsumen akan memberikan hasil yang efektif dalam membangun hubungan baik dengan mereka.

Secara pembahasan sederhana, pendengar aktif adalah orang yang tidak hanya mendengar untuk menjawab tapi mendengar untuk mengerti. Dan dengan menjadi pendengar aktif juga dapat menghidarkan kita dari kesalahpahaman yang seahrusnya tidak terjadi.

5. Gagal Dan sukses

Winning mindset berikutnya adalah mengerti bahwa gagal dan sukses itu tidak bisa dipisahkan. Karena jika Anda ingin sukses maka harus bisa mengahdapi penolakan sebab penolakan adalah salah satu kisah yang menguatkan kesuksesan Anda.

Jadi jangan menjadi seperti orang yang yang gagal membuat kesuksesan kemudian menjadikan kegagalan itu sebagai alasan. Tetapi jadilah seperti orang yang menjadikan kegagalan itu sebagai batu pijakan untuk bisa naik lebih tinggi dari sebelumnya.

Pada dasarnya mereka yang yang jarang mengalami penolakan adalah orang-orang yang penjualannya juga sedikit. Dan sebaliknya, orang-orang yang sukses karena penjualan adalah mereka yang sering di tolak tetapi menganggap itu sebagai kegagalan pribadi.

Maka dari itu seorang pemimpin diharuskan untuk bisa mengayomi anak buah sedemikian rupa sehingga saat mereka gagal, mereka tidak merasa menjadi orang yang gagal sepenuhnya tetapi mereka hanya melihat sebagian tindakannya saja yang gagal.

6. Perlu meriview Kembali Skill And need

Karena pandemi atau karena situasi kita perlu mereview kembali antara skill yang kita miliki harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, customer ataupun kebutuhan supplier. Jadi, need dan skill harus saling melengkapi.

Istilah skill mengacu kepada keterampilan yang Anda butuhkan untuk memaksimalkan pekerjaan atau kegiatan lain dalam hidup. Demikian pembahasan mengenai 6 Hal Yang Menciptakan Winning Sales Mindset, semoga bermanfaat.

Tom MC Ifle,

Salam pencerahan.

Share This, Choose Your Platform!

Exit mobile version