Site icon Top Coach Indonesia

10 PERANAN DEPARTEMENT MARKETING UNTUK BEBAS DARI KRISIS

department_marketing

Virus corona merupakan berita besar bahkan mengguncang dunia. Dan tanpa di sadari memaksakan kita untuk merubah pola pikir ataupun rutinitas. Mulai dari belajar, bekerja bahkan berjualan pun sebisa mungkin di lakukan dari rumah atau dengan bahasa kerennya yaitu melalui online.

Di kutip dari covid.go.id bahwa di Indonesia yang terkonfimasi terpapar virus tersebut per tanggal 04 November 2020 sekitar 421.731. Dan tak sedikit yang berputus asa karena bisnis yang terus menerus mengalami kerugian akibatnya banyak karyawan yang di P.H.K.

Semakin cepat penyebarannya maka akan semakin membuat sebagian pengusaha berpikir keras dan mengambil keputusan-keputusan di luar perencanaan yang di buat sebelum. Dengan mengikuti perubahan pasar yang terjadi maka teknik-teknik yang di ketahui di manfaatkan untuk mengoptimalkan departemen marketing.

Di masa-masa krisis inilah departemen tersebut menjadi ujung tombak sebuah perusahaan untuk menang disaat krisis. Maka akan sangat membantu kesuksesan serta akan menjadi pemenang bagi sebuah perusahaan bahkan setelah krisis berakhir. Berikut 10 peranan Departemen Marketing yang bisa membuat bisnis Anda terlepas dari krisis, yaitu sebagai berikut:

1. Mendengarkan Kebutuhan Pelanggan

Sebaik-baiknya pelayanan akan menjadi sangat bermanfaat jika mengutamakan kebutuhan pelanggannya. Dengan memahami gerak gerik dan keinginan-keinginan mereka merupakan salah satu konsep yang dapat membantu perusahaan Anda memilih apa yang akan di jual.

Misalnya saja jika hari ini Anda menawarkan produk-produk dan tidak ada yang mau beli, artinya terjadi sebuah perubahan yang tanpa disadari merupakan perubahan serius untuk seorang Departemen Marketing.

Dan inilah salah satu tugas departemen marketing untuk mendengarkan keluhan-keluhan yang ada dan mulai melakukan perubahan yang dapat membuat perusahaan lebih maju.

2. Melakukan Monitoring Dan Tracking Kompetitor

Monitoring itu sendiri merupakan aktifitas yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari suatu kebijakan yang sedang dilaksanakan. Dan juga diperlukan agar kesalahan awal dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan perbaikan, sehingga mengurangi risiko yang lebih besar.

Dari pengerti diatas dapat di katakan bahwa sebelum kita mengambil sebuah keputusan, dan bukan hanya memantau pesaing namun kita perlu menganalisa hal yang dilakukannya. Dengan begitu kita bisa mendapatkan ide bahkan ancaman atau permasalahan strategi yang bakal terjadi.

Sebagai contoh dari dampak penyebaran virus corona, ada kompetitor-kompetitor yang disaat krisis ternyata booming karena menjual hand sanitizer, masker sementara di lain pihak ada juga yang memaksakan diri untuk menjual fashion, aksesoris. Nah, kalau di melihat dan di perhatikan, ini adalah sebuah trend dan Anda harus melakukan perubahan yang cepat.

3. Perhatikan Konsistensi Branding

Disaat COVID-19 ini berlangsung tentu begitu banyak kesempatan yang bisa di manfaatkan untuk membuat brand menjadi superior nomor satu dengan cara menjual produk, menjadi relawan, membangun komunitas yang peduli akan COVID-19.

Misalnya dengan membuat gerakan pakai masker, diam di rumah atau seperti Najwa Shihab menggunakan kesempatan ini untuk menggalang dana dengan cara mengumpulkan para pemusik untuk konser di rumah.

Tentu, ini merupakan sebuah nilai-nilai branding yang powerful. Bukan hanya itu saja, ada juga beberapa perusahaan yang membagi-bagikan masker dijalan, masuk ke crowdfunding seperti benih baik, kita bisa. Lalu kemudian menampilkan nama, brand mereka ke dalam sebuah komunitas tersebut untuk kebaikan masyarakat. branding ini terbangun justru saat krisis.

4. Mencari Alat Atau Tools Marketing Baru

Menjalankan bisnis di masa pandemi ini memang sangatlah tidak mudah. Untuk itu di butuhkan ekstra kerja keras dan tentu tidak hanya mengandalkan strategi marketing yang sudah ada. Namun dibutuhkan kreativitas untuk menemukan tools-tools marketing baru.

Tools marketing adalah aplikasi yang membantu Anda menjalankan bisnis, terutama di bagian promosi. Seperti email marketing, IG marketing, Facebook marketing, Twitter marketing, Linkedin marketing bisa Google, outdoor marketing, cost marketing. Atau bahkan mencari alat-alat pemasaran baru yang bisa mendukung Anda dalam menambahkan omzet.

5. Berkoordinasi Dengan Mitra Pemasaran

Memiliki mitra tentu sangatlah penting dalam membangun suatu fondasi usaha, untuk saling diskusi, berbagi ilmu untuk menemukan peluang, mengembangkan usaha dan meningkatkan pemasaran. Serta membuat semuanya menjadi mudah.

Nah, misalnya bagian departemen pemasaran memiliki mitra-mitra misalnya Anda bermitra dengan supplier, dan mengobrol tentang “cara bikin strategi supaya sama-sama bisa menangkal problem dengan COVID-19 ini”. Menjaga atau berkomunikasi dengan mitra juga tanpa di sadari bisa menciptakan strategi pemasaran yang out-of-the-box.

6. Inovasi

Menurut Stephen Robbins mengungkapkan bahwa inovasi ialah sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki sebuah produk atau proses dan jasa. Setelah memahmi dan mengerti tentang lima peranan departemen marketing diatas maka Anda perlu menemukan inovasi baru.

Baik itu, karena telah menemukan tools marketing baru ataupun karena memantau kompetitor. Misalnya dari cara mereka membranding dan sukses atau tidak saat memasarkan produknya. Karena dunia begitu cepat mengalami perubahan setiap saat. Maka i menutup kemungkinan akan men dapatkan peluang lain yang bisa dikembangkan untuk sebuah perubahan yang baik.

7. Ide Inovasi

Menurut Albert Einstein: “Seseorang sebaiknya tidak memaksakan pandangannya tentang suatu persoalan, akan lebih baik jika dia mempelajarinya, dan pada saatnya nanti sebuah jalan keluar akan muncul dengan sendirinya”. Keterampilan seseorang untuk menganalisis dan menguraikan suatu masalah adalah alat penting yang harus dimiliki oleh seorang pemikir kreatif.

Dengan adanya ide inovasi baru tersebut tentu tidak luput untuk diketahui tim, dan membuat mereka berkontribusi dengan ide-ide lain yang bisa mendukung, membantu untuk meningkatkan penjualan di saat krisis.

8. Meningkatkan Proses Penjualan Dan Memantau Kepuasan Customer

Dalam berbisnis, usaha untuk meningkatkan penjualan dan mendapatkan keuntungan yng menjadi poin penting selain dari kebutuhan pelanggannya. Point-poin inilah yang akan menentukan lancar dan tidaknya sebuah perusahaan.

Karena banyak dari perusahaan yang tim marketingnya hanya beriklan, melakukan promosi dan tidak mempedulikan proses penjualan. Maka dari itu yang perlu dilakukan memastikan apa yang akan di iklankan dan benar-benar dibeli customer serta memiliki kepusan tersendiri saat membeli produk tersebut.

9. Mengelola Anggaran dan Return On Investment Marketing

Untuk seorang pebisnis bisa menentukan dan menghitung return on investment marketing itu sangat di butuhkan agar apa yang menjadi modal usaha tidak sisa-sia. Lalu perlu di hitung berapa pengembaliannya? Serta melakukan meningkatkan semua strategi marketing yang efektif.

Di kutip dari Wikipedia Pengembalian investasi pemasaran ( ROMI ) adalah kontribusi terhadap laba yang dapat diatribusikan ke pemasaran (setelah dikurangi pengeluaran pemasaran ), dibagi dengan pemasaran yang ‘diinvestasikan’ atau berisiko.

10. Membuat Strategic Marketing Plan

Marketing plan merupakan ide awal dalam sebuah bisnis dengan tujuan untuk mengembangkan strategi bisnis untuk memperoleh pencapaian yang maksimal. Sedangkan strategi pemasaran adalah berupa ringkasan-ringkasan produk dan posisi perusahaan yang sehubungan dengan adanya kompetisi dari rencana penjualan.

Dan pemasaran merupakan tindakan spesifik yang nantinya akan dilakukan untuk mencapai tujuan dari strategi pemasaran tersebut. Setiap perusahaan tentu mengharapkan strategi perencanaanpemasaran yang tepat sasaran agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Serta dapat membaca masa depan pemasaran dari kondisi yang ada. Mulai dari perubahan market perubahan situasi Global, perubahan perilaku konsumen, serta perubahan kebutuhan produk yang dibeli oleh konsumen. Dan pada akhirnya membuat bisnis Anda menjadi lebih dahsyat setelah COVID ini berakhir.

Demikian ulasan 10 peranan departemen marketing yang bisa membuat bisnis Anda terlepas dari krisis. Semoga bermanfaat dan Saya doakan Anda sukses luar biasa dengan marketing-marketing yang Anda jalankan Hari ini.

Tom MC Ifle,

Salam pencerahan.

Share This, Choose Your Platform!

Exit mobile version