Site icon Top Coach Indonesia

3 Solusi UKM Untuk Bertahan Hidup Dimasa Krisis

ukm

Tahun 2020-2021 ini, bisa di bilang tahun tersulit yang pernah di alami para pebisnis. Dikarenakan begitu banyak bisnis yang menurun drastis akibat aturan ataupun kebijakan-kebijakan baru yang telah di tetapkan pemerintah untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Dan juga di perkuat dengan sebuah riset yang dilakukan salah satu universitas di China yang bernama tsinghua University. Yang memprediksi bahwa 80% UKM akan bangkrut dalam tiga bulan kedepan, dalam arti kehabisan cash flow dan dana.

Namun ada kabar baik dari Presiden Jokowi, yang ingin memberikan bantuan kepada UKM, tetapi informasinya menjadi simpang siur. Akibatnya banyak yang merasa kecewa karena tidak mendapatkan support dari bank, dengan berbagai macam alasan yang tidak bisa di intervensi karena tentunya bank itu memiliki hak atas diterima atau ditolaknya seorang nasabah.

Sama seperti pada saat Anda mengajukan kredit, bank memiliki hak 100% untuk menerima atau menolak pengajuan Anda dengan syarat-syarat yang berlaku. Nah, apabila UKM benar-benar kehabisan cash flow, maka efek dari keputusan Presiden yang memberlakukan PSBB dapat dipastikan akan sangat berpengaruh besar pada pengusaha dengan Kondisi-kondisi Bisnis yang semuanya serba dibatasi.

Bahkan pada para pekerja harian seperti ojek online yang tidak boleh bawa penumpang, dan dilarang berkumpul lebih dari lima orang. Tetapi yang perlu diingat adalah bahwa setiap masalah pasti mempunyai solusinya. Nah, berikut ada tiga solusi besar, yang akan membantu UKM untuk bertahan hidup, yaitu:

1. Dengan Menyelamatkan Diri

Mengutamakan keselamatan hidup adalah suatu hal yang tepat di masa pandemi ini. Karena dengan belajar, bekerja dan beribadah dari rumah akan sangat membantu memperlambat penyebaran virus tersebut namun tetap produktif walaupun dari rumah.

Setiap karyawan atau perusahaan tetap mengutamakan tanggung jawab masing-masing dari tempat yang berbeda. Walaupun banyak dari kita merasa jika berada di rumah menjadi kurang update akan berita-berita.

Akan tetapi karena saat ini sudah di era teknologi, maka kita bisa berkomunikasi dengan siapapun lewat sosial media, seperti: WhatsApp, Instagram, Facebook dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, untuk memperkaya informasi yang di perlukan dalam hal bersosialisasi dan dukungan dalam membangun usaha yang sedang di rintis.

Untuk menyelamatkan diri terkadang perusahaan juga ada yang memberhentikan karyawan karena tidak memiliki pendapatan yang cukup dan tidak mau membebani mereka. Bahkan bank sekali pun menolak perusahaan yang sudah bernegosiasi sebelumnya.

2. Memanfaatkan Trend Yang Sedang Terjadi

Dalam mengembangkan bisnis memang memiliki tantangan tersendiri. Dan untuk menghasilkan penjualan yang menguntungkan, juga tergantung dari baik buruknya manajemen yang ada.

Apa lagi dalam keadaan yang tidak stabil seperti sekarang ini, untuk mendatangkan cashflow harus memiliki upaya yang cerdas, dan fokus melihat peluang dengan mulai memperhatikan trend yang ada saat pandemi ini.

Trend adalah segala sesuatu (objek atau benda) yang sedang dibicarakan, disukai bahkan digunakan. Misalnya untuk saat ini, bisa dikatakan bahwa uang berputar di dua tempat strategi yaitu produksi dan sumbangan.

Nah, karena ada orang-orang yang bisa membantu lewat sumbangan, akan tetapi mereka juga membutuhkan orang yang bisa memproduksi. Dan Anda dapat memanfaatkan situasi ini untuk memproduksi yang memang dibutuhkan.

Seperti membuatkan APD yang bisa di jual ke seluruh rumah sakit dan kepada para petugas yang membutuhkan barang-barang tersebut. Atau bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang ingin mencari sembako merupakan salah satu solusi juga untuk membuat usaha Anda di kenal banyak orang.

Cara ini sudah tak asing lagi karena banyak teman-teman UKM yang beralih menjadi pedagang bursa, masker, minyak wangi, ataupun hand sanitizer. Jadi, tidak ada alasan untuk berhenti berusaha.

3. Peranan Pemerintah

Pemerintah adalah organisasi atau negara yang memiliki kewenangan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu. Misalnya saja negara-negara di Eropa memompa uang hingga $ 42 milliar Dollar untuk mendukung para UKM untuk bisa hidup, bisa produksi kembali, bisa rekrut karyawan lagi untuk mengurangi pengangguran dan tingkat kemiskinan akan menurun.

Begitu pun di Indonesia, pemerintah mementingkan kepentingan rakyatnya. Mulai dari memperhatikan pembangunan jalan, transportasi, dan ekonomi. Tetapi jika boleh di prediksi misalnya pandemi berkepanjangan maka pengangguran akan meningkat dan tingkat kesulitan akan semakin berat.

Secara otomatis bisnis-bisnis mulai menjadi tidak produktif dan pada akhirnya akan berpengaruh pada pendapatan negara juga. Namun, kepanikan tidak boleh mengalahkan semangat mencari solusi hingga bisa menciptakan website River cycle.

Dalam artian bahwa sebelum meningkatnya pengangguran, pemerintah memastikan bahwa telah memompa uang ke dalam industri, dan UKM. Dan kemudian mereka didorong, didongkrak, dibangun, di support, atau apapun bentuk pinjaman dan lain sebagainya.

Misalnya bisa lewat perbankan yang benar-benar berkualitas untuk menyalurkan agar UKM menjalankan bisnis dan juga menekan jumlah pengangguran yang ada sekarang ini. Nah, intinya bahwa apapun yang menjadi keputusan untuk di lakukan sekarang ini, sangat menentukan kekuatan bisnis Anda di masa depan.

Kesempatan terbesar itu ada justru pada saat krisis, dan tidak ada yang memiliki kesempatan lebih banyak atau lebih sedikit. karena kita semua bisa melakukan hal yang sama. Demikian uraian tentang 3 Solusi UKM Untuk Bertahan Hidup. Semoga bermanfaat.

Saya Tom MC Ifle,

Salam pencerahan.

Share This, Choose Your Platform!

Exit mobile version